Friday, 18 January 2019

Inkarnasi

Rahim pernah menjadi kandang tempat bermula. Mengendap di tulang kelangkang bersama kandung kemih hawa yang sudi menampung selama berbulan-bulan. Tali pusar terhubung dengan dirinya dan melihat diri di masa lalu tak lain adalah janin. Yang tumbuh dijaga dalam banyak doa. Mungkin Maryam, mungkin Yusuf.

Darah, tulang, sendi, seketika ruh yang berkelana itu menemukan zirahnya. Pada daging yang akan membawa pergi ke suatu tempat nyata, melalui celah itu, sesaat setelah nasib yang bercabang diempaskan ke genderang telinga.

Ada ucapan selamat datang dari kenyataan yang menggenggam. Jangan hanya menangis sebab tahun kan berulang sampai menjadi tulang-belulang. Mungkinkah ada reinkarnasi suatu hari nanti?



-kepada Air dan zuriah.

Thursday, 10 January 2019

Mencintai Muram

Cerita akan usai ketika kita terkubur dalam kenangan. Aku mencari pegangan agar tak rapuh sendirian. Pada lembaran cetakan foto. Pada dengungan suatu surau. Pada suara gitar akustik yang dimainkan sesekali.

Di atap rumah, senyum mengapung. Menyeret langit kiri dan kanan. Hitamnya kuserap dalam tinta, kemudian kugoreskan pada kertas milikmu. Baris-berbaris kalimat itu memerankan malam yang hilang. Tanganku mendadak bisu, tak mampu menyampaikan pesan apa pun. Oksigen ingin menjadi hantu padat yang memukuli dadaku.

Aku pecah dalam rindu yang utuh.

Selama ini aku menutup mata dari khayali yang nyata. Banyak angan-angan yang tak sempat dimuat media, bahkan gagal dicetak sebelum terbit. Khayali ada dalam laci. Kenyataan berubah jadi kunci. Kuharap semuanya baik-baik saja.