Thursday, 20 December 2018

Mengupahi Dirimu

Katakanlah ini bukan melulu soal merayakan kepedihan dalam berbuku-buku kata. Kau akan kehabisan energi sekali pun wikipedia sanggup kauterkam dalam sekali lahap. Karena aku akan menyuruhmu mengesampingkan sejenak itu.

Setiap gram kehidupan yang kumiliki akan kuproduksi dalam cerita-cerita pendek. Aku akan menjualnya kepadamu dengan harga paling mahal. Uangnya akan kupinjamkan. Isinya akan kuceritakan. Kau hanya duduk manis atau tiduran seperti pernah kulakukan ketika kuceritakan padamu Murakami, Gaarder, Keret, Neruda, di malam-malam bersahaja, di atas tempat tidur berselimut tebal berseprai wangi sehabis di-laundry.

Lantas sesudahnya akan kukecupkan kalimat terakhir ke keningmu yang berpori-pori itu, yang akan selalu menyerap segalanya dariku, akan terus diingat hingga saat malam runtuh suatu saat nanti.

Thursday, 6 December 2018

Fase No.4

Apa yang membuatmu datang ke sini? Sesakkah? Muakkah? Atau kepenatan telah melangkahkan kakimu sampai sejauh ini?

Kakimu menyusuri asal muasal akar yang banyak ditinggalkan. Menjenguk ilalang yang banyak kautanggalkan. Kau akhirnya berpijak jua ke bibir tebing yang suaranya pernah kauberangus. Suara itu kaudengar juga. Kesalahan menyusui dahagamu, tak pernah apik di kerongkonganmu. Seperti ke rumah peribadatan, kau kembali pada saat membutuhkan.

Letih itu membayar kesunyian yang menentramkan. Nyala hidup kautemukan lagi. Di sini.