Monday, 13 November 2017

20 Menit Mendamba

Kepada senja yang tetap damai,
dalam porak poranda hati perasa
Sampaikan satu-dua baris ini
pada ia yang di sana,
yang menghamparkan kecemerlangannya,
bahwa aku untuknya saja

Demi kawan senja: sang hujan,
rintiknya dibicarakan orang
suaranya berirama dan mendendam pada terik
menyenggamai tanah hingga basah
Aku titipkan, kecupku padanya,
yang tak terenyak derasmu
Meski turun mengguyur tubuh
Katakan, katakan aku ingin,
ingin berteduh padanya

Kau senja dan hujan,
diagungkan pujangga karbitan,
dibicarakan anak indie musiman,
disematkan pengelana dadakan
Kau senja dan hujan,
tak lengkap jika tak tertuliskan
Kau senja dan hujan,
hanya pelampiasan
Aku tak peduli,
jika kalian pamit pada langit,
selama ia adalah milikku,
aku takkan bergeming
Demi apa pun aku takkan bergeming

No comments:

Post a Comment