Sunday, 4 June 2017

Imperfeksi Nalar



 

Lalu dari mana sinyal ini berasal?

Tetiba sinyal memancar tanpa permisi ketika sore sedang mendung-mendungnya. Masuk ke ruanganku melalui celah yang tidak kuperhatikan. Bergerak menyelinap ke dalam hati dan terkoneksi otomatis. Lalu dari mana sinyal ini berasal?

Aku merasakan sesuatu yang asing masuk bergerak, mengendalikan keinginanku untuk berpikir dalam. Mengubah atmosfer sama sekali, seratus delapan puluh derajat berbeda. Aku menelusuri asal-muasal pancaran ini lewat instingku yang tak berdasar. Lalu dari mana sinyal ini berasal?

Dari lorong benak, kupintaskan destinasiku lewat sebuah pertanyaan. Itukah kau? Dan kau tidak berkata ya maupun bukan. Lalu darimana sinyal ini berasal?

Anganku melambung seketika tentang muram durja yang pernah kuduga—hanya dugaan. Aku tak dapat menerjemahkan bahasamu; tentang simbol yang membiru, tentang seruan makna ambigu, tentang karam dalam diam yang membuatku mendadak gagu. Itukah kau?

Aku mendengar vokalis The Brandals meneriakkan lirik “Berkali-kali kau buat tidurku tak nyenyak” dalam speaker ber-volume sedang. Kemudian ingin kubesarkan sampai memenuhi ruangan. Aku melihat gambar tanda tanya pada baju ‘Guess’ yang dipakai seseorang. Rentetan pertanyaanku serta belagak mencari tahu penyebab telah membuatku merasa konyol. Tetapi dari mana sinyal ini berasal? Itukah kau?

Menjadi peduli seperti ini sangat bukan gayaku. Telah berlangsung lama aku tak pernah menunjukannya pada siapa pun. Tetapi kepadamu aku sangat tak bisa menahan diri, bahkan hal kecil, remeh-temeh, atau apa pun kau sebut itu. Meski yang kulakukan saat ini adalah memaksakan kehendakku untuk menggali apa pun tentangmu. Pada akhirnya aku membenarkanmu; hanya karena terbiasa mendengarkanmu, bukan berarti aku selalu merasa berhak untuk tahu.

Sekiranya kau tahu mengapa aku merasa begitu. Mengapa aku melakukan ini. Tapi aku pun tak tahu. Mengapa aku merasa begitu. Hanya bisa melakukan ini. Entah berasal darimu atau bukan datangnya sinyal ini, yang pasti ia telah membawaku sampai ke sini.

Lekas Bangun. Ayo kita pergi dari hal-hal yang membuat kita begini.

No comments:

Post a Comment