Sunday, 24 May 2015

Sirna Nestapa (bagian III)



Pemandangan di luar meraih pagimu. Ketika tubuhmu terbangun, kiacauan burung seperti menyapamu. Meskipun sebenarnya tidak. Daftarmu berubah menjadi aktifitas. Sesendok gula lagi, tehmu di cangkir terasa spektakuler. Ini adalah apa yang kita punya: kesederhanaan.

Ekor asap di antara langit ini menjadi pertanda harimu akan bagus. Kauharus optimis akan tanda kebahagiaan. Kau akan mengingat momen itu dengan mengambil gambarnya sekali. Dan lihatlah matamu. Lihatlah dalam-dalam. Tidakkah matamu terang? Jika kau setuju, maka tersenyumlah. Jika kau merasa baik, hancurkan hatimu yang dingin. Jika kau menyangkalnya, kau akan berpikir menyangkal bukanlah hal yang bagus.

Terkadang kita mendapati bagian hidup yang sulit. Adakalanya kita mendapati hidup yang buruk. Tapi kita harus percaya kita bisa melaluinya. Tanamkanlah pada dirimu tentang apa yang kita miliki hari ini bukan berarti besok harus dimiliki lagi. Dan kau akan lega.

Ambilah atmosfer terbaikmu. Buatlah sebuah janji dengan dirimu sendiri bahwa ketika saatnya kau mendapat kebahagiaan, kau berjanji akan terus menjaganya. Jangan berpikir bagaimana caranya berbahagia. Hanya tinggal kita lakukan saja dengan cara sederhana, yaitu berbahagialah sesuai cara masing-masing. Yakinkanlah kita memiliki ekspektasi tinggi dalam hidup.

No comments:

Post a Comment