Monday, 9 February 2015

Mind blowing day

Udah dua postingan ini isinya sendu mulu. Itu artinya, di postingan ini kita harus sendu lagi. Ehm, nggak lah. Sewaktu nulis postingan ini gue lagi hepi. Soalnya tadi siang temen gue bayar utang. Bayar utang ke sodaranya, sih. Hehe... gue cuman ikut seneng aja liat uangnya banyak. Nggak tau temen gue dapet dari mana tuh duit.

Nggak kerasa, udah masuk Februari tanggal sekian. Buat gue, bulan ini yang paling spesial. Meskipun kemaren gue baru aja dorong motor karena bensin abis. Lebih untungnya lagi, waktu itu gue nggak bawa dompet. Eh, maksud gue dompetnya bawa, tapi duitnya nggak ada. Hape gue juga ketinggalan di rumah dan emang nggak ada pulsanya. Hari itu sukses bikin gue menebus utang olahraga selama setahun. Untung aja di ending kisah ini, ada orang yang tiba-tiba datang, terus nawarin gue buat dorongin motor gue.

Oke, Februari ini emang keren. Kenapa? Karena Februari itu namanya Februari dan berada di urutan kedua dalam susunan bulan. Coba bayangin kalo Februari ini jadi bulan kesebelas atau dua belas. Mungkin Bulan Februari udah nggak spesial lagi. Terimakasih Tuhan, Engkau telah membuat Februari menjadi Februari seperti di kalender.

Selain itu, Februari ini jumlah tanggalnya cuma dua puluh delapan. Kalopun dua puluh sembilan, itu cuma empat taun sekali. Orang-orang harus takjub akan bulan ini. Juga ada hari valentine yang menurut gue sama aja kayak hari biasanya. Bahkan valentine bisa jadi lebih nelangsa dibanding hari berkabung. Iya, itu sih berlaku buat orang yang sendirian. Maap-maap aje ye, gue ini sendirian tapi temen gue banyak. Terus, kenapa gue disebut sendirian? Itu cuma identitas aja. Padahal sebenernya gue lagi sendiri aja kayak rame-rame. Apalagi kalo nggak sendiri.

Satu hal yang perlu kamu tau, di postingan ini emang nggak ada inti apa-apa selain gue pengen nulis. Tapi buat kamu yang bisa memerhatikan ini, kamu pasti bisa ngerti apa maksud postingan ini. Pokoknya kamu harus teliti. Apalagi dalam berkehidupan. Karena Tuhan memang bekerja dengan cara yang misteri. Jadi, kurang lebih hidup ini bergenre Drama Thriller Suspense. Gitu.

Apa sekarang gue harus mengakhiri postingan ini? Mungkin bentar lagi, setelah kamu ngerasa kesal. Kesal karena ternyata hidup ini terlalu indah untuk dilewatkan tanpa membayar tagihan listrik, uang cicilan kendaraan, kebutuhan pokok, dan hiburan ringan ala Jack The Ripper.

Zzz...zzz...zzz...

Tuesday, 3 February 2015

Gesek Terus Perasaanmu

Bahwasannya ketika seseorang pergi terlalu jauh untuk waktu yang lama, maka ada sebuah pengharapan yang dinamakan pulang. Namun di saat ia tahu tempat satu-satunya pulang telah terisi, perpindahan itu akan telak. Awalnya sesak akan mengisi rongga yang kosong, sampai akhirnya tak menyisakan ruang sedikit pun. Remah-remah kenangan hitam-putih corak lama mengelabui pandangan. Lumrah memang. Namun siapa yang tahu kalau ia telah dihadapkan sebuah pilihan di antara gentingnya perasaan.

Ada banyak pilihan sejak manusia diciptakan untuk menentukan. Akan tetapi pilihan terbaik dari setiap orang yang sadar adalah belajar untuk merelakan dan mengikhlaskan apa yang seharusnya ditinggalkan. Berjuang untuk melupakan apa yang menjadi pemberat dalam langkah, dan semuanya menjadi satu kesatuan dalam bab membenahi diri. Raga-raga lembek takkan mampu mengimbangi atmosfer persaingan yang keras. Sukma yang rentan kabur takkan mampu menjadi tameng atas kalimat tajam yang menusuk. Letak pelangi takkan ditemukan oleh mata yang gelap. Titik terang itu seperti corong bak cahaya yang mampu menembus celah.

Dari tindakan yang semestinya, ikan kan didapat pun airnya bening. Semoga amin.