Thursday, 3 November 2011

Jangan Datang ke Rumahnya

Terimakasih untuk sabtu yang membingungkan
Atas hal ini, belum mudah aku percayai
Saat kusaksikan ia menghimpitkan diri
Begitu muak dia tuk menghampiriku

Kelelahanku tiada henti
Menimpa tanda tanya yang memaksa
Membakar kaki telanjang
yang Tercium amis jejaknya

Jangan datang ke rumahnya
Nyeri rasa sebuah khasiat
Jangan datang ke rumahnya
Ancaman tajam dari sebuah kalimat

Siapa yang menghindar maka dialah yang ketakutan
Ia anggap itu sebagai seni melarikan diri
Namun kuanggap itu sebagai persetan sembunyi

Strategi mendesain image terbusuk
Memprovokasi kolonial kawan lamanya
Tindakan represif terhadap keinginannya
Sebuah kemunafikan terjadi


Jangan datang ke rumahnya
Taring fatamorgana telah melarangku
Jangan datang ke rumahnya
Ia telah mengancamku setiap waktu

Kemana ia berlari, maka aku dibelakangnya
Sentuh aku dengan tangan dinginya
Semoga ia mendengar apa yang aku ucapkan

No comments:

Post a Comment