Thursday, 3 November 2011

Bualan Kecewa

kecewa menjadi yang terlupa
saat semua tersadar
tercampak asa
terhasut buaian kelam

menyaksikan yang berlalu
tergerak memutar waktu
ucapkanlah marah
tuliskanlah rasa

atur kehancuran mengulang keputusasaan
teriris helaian akan tertusuk harapan

lelah menghantui menjadi penutup hati
ulang yang pernah terjadi menyakiti diri sendiri

hangatnya henyakkanmu
binasakan hal burukmu
ketam mulutmu
tuk ancam pembicaraanmu
mata hati menyelimuti
pelan perlahan hanya terpaku

arti kisah tak henti terbenam menyergah menindas gelisah
berlutut tubuhmu khayalanku penuhi desah
buatlah keheningan malam membasuh teriris perih

menggenggam akan tanganku ingin merasakan
menimpa kehancuran yang menjauh terbaring menelan
tekan keindahan bertumpu pada saat semula meraba ucapan
tak terdengar gerantang perlahan mencengangkan

atas kehadiranmu semoga inilah yang sebenarnya akan terjadi
bukan pemikiran kosong yang hanya tertuang suatu kendali
tetapi sepotong harapan tidak terlalu mudah untuk dirasakan
dan tidak terlalu sulit untuk menelan

tersisa tidak pernah membual begitu merasa tertekan akan helaianmu
hampiri pedoman penopang yang selalu dan hanya penuh tertuju
untuk segera selesaikan kenangan tanpa melemahnya sedikitpun

getir belum terlampiaskan
amarah belum ternoda
ini suatu keumpamaan
untuk gundah yang mengintai

No comments:

Post a Comment